MENINGKATNYA GARIS
KEMISKINAN DI YOGYAKARTA
Kemiskinan
masih menjadi persoalan pelik bagi Indonesia meski hal yang sama terjadi di
hampir semua negara berkembang di dunia. Berbagai program dan kebijakan yang
telah dilakukan belum mampu mengatasi masalah kemiskinan di negeri ini. Yogyakarta,
di balik pesonanya yang luar biasa diam-diam menyimpan masalah kependudukan
yang parah yaitu tingkat kemiskinan yang terus saja meningkat.
Garis
kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kenaikan. Badan Pusat
Statistik (BPS) Yogyakarta merilis garis kemiskinan bulan Maret 2015 hingga
Maret 2016 mengalami kenaikan sekitar 5,42%. Bulan Maret 2015 lalu, garis
kemiskinan Yogyakarta sebesar Rp335.886 per kapita per bulan, namun bulan Maret
2016 naik menjadi Rp354.084 per kapita per bulan.
Naiknya
jumlah penduduk miskin di Yogyakarta dihitung satu semester atau dari September
2015 ke Maret 2016. Jumlah penduduk miskin di Yogyakarta pada Maret 2016
sebanyak 494.940 ribu atau naik 9.380 dibanding September 2015 sebanyak 45.560
orang. Sedangkan, pada Maret 2015 jumlah penduduk miskin sebanyak 550.230
orang. Bila dibandingkan dengan Maret 2016, jumlah penduduk miskin turun
sebanyak 55.290 orang.
Meningkatnya
garis kemiskinan di Yogyakarta ini disebabkan karena inflasi yang tidak stabil.
Inflasi pada Maret 2015 ke Maret 2016 sebesar 3,69 persen dan inflasi pada
September 2015 ke Maret 2016 sebesar 1,56 persen. Selain karena inflasi yang
tidak stabil tingginya kemiskinan di Yogyakarta ini pun diduga kuat akibat dari
lesatan pertumbuhan sektor perekonomian yang cenderung padat modal dan dikuasai
investor tertentu. Sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar dalam
perekonomian Yogyakarta adalah hotel, restoran dan perdagangan yang terkait
yakni sebesar 20,75%. Sementara sektor yang diharapkan mampu menyerap banyak
tenaga kerja seperti industri pengolahan danpertanian masing-masing hanya 14,45
dan 12,99%. Data ini seakan tegas berbicara di balik megahnya pesona Yogyakarta
tersimpan derita penduduknya yang diam-diam sangat mengkhawatirkan.
Untuk
menekan angka kemiskinan di Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Tim
Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) kembali menggandeng perusahaan –
perusahaan untuk ikut serta mendukung program penanggulangan kemiskinan.
Nantinya perusahaan-perusahaan tersebut akan ikut membantu melalui
program corporate social responsibility atau CSR. Ada
beberapa program dalam upaya pengetasan kemiskinan. Seperti perbaikan
infastruktur, penyediaan permodalan dan juga pengembangan kapasitas sumber daya
manusia dengan menelusuri beberapa daerah yang memiliki tingkat kemiskinan yang
tinggi. Daerah-daerah tersebut akan menerima bantuan program yang berbeda-beda
dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di masing-masing wilayah.
Referensi :
NB : Esaay ini adalah
latihan menulis saya, mohon maaf apabila ada salah satu pihak yang
tersinggungdan kurangnya sumber yang saya cantumkan. Kritik dan saran
senantiasa saya nantikan agar saya dapat menulis essay yang lebih baik.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusMenurut saya artikel anda itu sudah bagus kata dari artikel anda itu mudah untuk di baca dari orang awam sampai orang ekonom, di lanjutkan lagi penulisannya agar lebih baik lagi
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenurut saya artikelnya sudah bagus ,bahasa dan kalimat yang dipakai cukup memahami tetapi alangkah baiknya ditambahkan solusi atau pemecahan masalah dalam kasus tersebut.
BalasHapusMenurut saya,penulisan essai ini sudah baik. Karena dapat nenjelaskan isi secara terperinci. Sehingga pembaca dapat mudah memahaminya. Terimakasih
BalasHapusmenurut saya, artikel ini sudah bagus, bahsanya mudah dipahami dan antara paragraf yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. apalagi pembahasannya sudah sangat spesifik, yaitu kemiskinan yang terjadi di Yogjakarta. juga sudah menyertakan contoh data, dan langkah langkah pemerintah dalam menanggulani masalah kemiskinan tersebut. artikel ini juga menyadarkan kita, walaupun jogja adalah kota besar, tapi ternyata masalahh kemiskinan msih melanda penduduk di Yogjakarta. namun, sebelum di posting lebih baik di baca ulang agar tidak ada kesalahan penulisan.
BalasHapusMenurut saya,dalam penulisan essai ini sudah benar strukturnya dan sangat informatif.akan tetapi akan lebih baik jika memperhatikan bahasa yang digunakan agar dapat dipahami oleh pembaca
BalasHapusSecara keseluruhan penulisan ini sudah baik. Tingkatkan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya dan essai ini sangat membantu bagi pembaca. Terimakasih
Artikel ini sudah cukup bagus dan sangat mudah dipahami. Tetapi, menurut saya, lebih baik jika data-data yang disebutkan itu dibuat tabel sehingga para pembaca dapat memahami datanya lebih mudah. Terima kasih.
BalasHapusbahasa yang di gunakan sangat mudah untuk di pahami tapi perhatikan lagi EYD. untuk tampilan blog sangat menarik, informasi yang diberikan cukup lengkap dan informatif. semoga kedepannya penulis bisa menulis dengan lebih baik lagi
BalasHapus